Minggu, 30 Agustus 2026
Berita
Tuna Sirip Biru Termahal di Dunia, Laku Rp53 Miliar Lebih di Lelang Perdana Tokyo Fakta Lengkap Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya Venezuela Jadi Ujian Sejarah Trump: Dari Serangan Militer hingga Ambisi “Membangun Negara” Komisi X DPR Hormati Uji Materi UU Guru dan Dosen di MK Bencana Hidrométeorologi di Padang Panjang Telan 39 Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp95 Miliar

Bencana Hidrométeorologi di Padang Panjang Telan 39 Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp95 Miliar

Bencana Hidrométeorologi di Padang Panjang Telan 39 Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp95 Miliar

Warga Desa Lubuk Minturun, Kota Padang, sedang beraktivitas di puing bangunan yang terletak di sungai

KLIKWARTAKU – Bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor dan cuaca ekstrem di Kota Padang Panjang menyebabkan dampak kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur dalam skala besar. Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat per Kamis 4 Desember 2025 sekira pukul 20.00 WIB, tercatat 39 orang meninggal dunia. Para korban terdiri atas 22 warga Padang Panjang, 17 warga luar daerah, dan dua korban yang belum teridentifikasi.

Sebanyak 34 orang dilaporkan hilang, meliputi 19 warga setempat dan 15 warga luar kota. Sementara 130 jiwa dari 38 kepala keluarga mengungsi ke dua titik, yakni Silaing Bawah (87 jiwa/27 KK) dan IC (43 jiwa/11 KK). Total warga terdampak diperkirakan lebih dari 1.300 jiwa dan masih dapat bertambah seiring pemutakhiran data di lapangan.

Kerusakan di sektor permukiman mencapai 253 rumah, terdiri dari 41 unit rusak berat, 16 rusak sedang, dan 196 rusak ringan. Estimasi kerugian di sektor ini mencapai Rp5,3 miliar. Kecamatan Padang Panjang Barat dan Padang Panjang Timur tercatat sebagai wilayah paling terdampak.

Di sektor infrastruktur dan fasilitas umum, kerusakan meliputi tiga bangunan fasilitas umum, jalan sepanjang 520–570 meter, DAM sepanjang 38 meter, saluran irigasi sekitar 470 meter, serta jembatan 42 meter. Selain itu empat rumah ibadah dan satu fasilitas kesehatan juga terdampak. Total kerugian sektor infrastruktur ditaksir mencapai Rp79 miliar.

Sektor pertanian mengalami kerusakan lahan seluas 16,17 hektare yang melibatkan 28 kelompok tani, dengan nilai kerugian sekitar Rp631 juta. Dampak ini dinilai berpotensi mengganggu ketahanan pangan lokal. Selain itu, sektor pendidikan mencatat kerusakan pada delapan SD, empat SMP, dan dua kelompok bermain, dengan total kerugian mencapai Rp2,3 miliar.

Secara keseluruhan, total kerugian akibat bencana diperkirakan berkisar Rp79 miliar hingga Rp95,3 miliar, bergantung pada hasil verifikasi lanjutan.

Pemerintah Kota Padang Panjang telah menetapkan Status Tanggap Darurat melalui Keputusan Wali Kota Nomor 192 Tahun 2025. Status ini berlaku selama 14 hari, mulai 25 November hingga 11 Desember 2025, dan menjadi dasar mobilisasi sumber daya, penanganan korban, serta pemulihan infrastruktur.

Solidaritas masyarakat turut terlihat dari donasi publik yang telah mencapai Rp117.894.000 untuk membantu penanganan bencana.